Welcome to My Blog

Where I share everything I know for you

NEOBUX Situs Paid to Click No. 1 di Dunia

Belajar mencari uang di internet untuk pemula di Neobux Paid to Click Service

Kisah Inspiratif

Kisah kisah para Nabi dan tokoh-tokoh yang bisa menginspirasi hidup kita.

Professor Lurth ahli Filsafat dari Rusia

"Jika kamu berfikir sungguh-sungguh dengan hati, niscaya ilmu mu akan memaksa mu mencari Tuhan"

Ketika Manusia Tidak Punya Argumen (Pembelaan)

Sudah benar kah ibadah kita ? baca artikel ini semoga bisa merubah pola pikir kita

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

Iklan Lucu dari Afrika (Ngakak)

Hai, ada video lucu nih, bisa jadi pelajaran juga bahwa air itu harus di syukuri.
langsung aja ya, ngakakak. hahahaha..






Kamis, 02 Mei 2013

Umar bin Khattab, Yahudi Tua dan Sepotong Tulang

Mungkin sudah ada yang pernah mendengar kisah ini, tentang keadilan khalifah Umar Bin Khattab dengan seorang Yahudi Tua yang mengadukan masalahnya. Kisah ini diambil dari buku 30 kisah teladan yang ditulis K.H Abdurrahman Arroisi. Buku ini berusia cukup lama yang dicetak sampai sembilan kali (tahun 1986-1994) tapi kisah-kisahnya masih sanggup menggugah keimanan kita :)


Adil bagi Semua Golongan
Sejak diangkat menjadi gubernur Mesir oleh Khalifah Umar bin Khattab, Amr bin Ash menempati sebuah istana megah yang di depannya terhampar sebidang tanah kosong berawa-rawa, dan diatasnya hanya terdapat gubuk reyot yang hampir roboh. Selaku gubernur, ia menginginkan agar di atas tanah tersebut, didirikan sebuah masjid yang indah dan mewah agar seimbang dengan istananya. Apalagi Amr bin Ash tahu bahwa tanah dan gubuk itu ternyata milik seorang yahudi. Maka yahudi tua pemilik tanah itu dipanggil menghadap istana untuk merundingkan rencana Gubernur Amr bin Ash.

“Hei Yahudi, berapa harga jual tanah milikmu sekalian gubuknya? Aku hendak membangun masjid di atasnya.” 

Yahudi itu menggelengkan kepalanya, “Tidak akan saya jual, Tuan.” 

“Kubayar tiga kali lipat dari harga biasa?” tanya Gubernur menawarkan keuntungan yang besar. 

“Tetap tidak akan saya jual” jawab si Yahudi. 

“Akan kubayar lima kali lipat dibanding harga yang umum!” desak Gubernur. 

Yahudi itu mempertegas jawabannya, “Tidak.” 

Maka sepeninggal kakek beragama Yahudi itu, Amr bin Ash memutuskan melalui surat untuk membongkar gubuk reyotnya dan mendirikan masjid besar di atas tanahnya dengan alasan kepentingan bersama dan memperindah pemandangan mata. Yahudi pemilik tanah dan gubuk tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi tindakan penguasa. Ia cuma mampu menangis dalam hati. Namun ia tidak putus asa memperjuangkan haknya. Ia bertekad hendak mengadukan perbuatan gubernur tersebut kepada atasannya di Madinah, yaitu Khalifah Umar bin Khattab. 

Sungguh ia tak menyangka, Khalifah yang namanya sangat tersohor itu tidak mempunyai istana yang mewah. Ia bahkan diterima Khalifah di halaman masjid Nabawi, di bawah sebatang pohon kurma yang rindang. 

“Ada keperluan apa Tuan datang jauh-jauh kemari dari Mesir?” tanya Khalifah Umar. Walaupun Yahudi tua itu gemetaran berdiri di depan Khalifah, tetapi kepala negara yang bertubuh tegap itu menatapnya dengan pandangan sejuk sehingga dengan lancar ia dapat menyampaikan keperluannya dari semenjak kerja kerasnya seumur hidup untuk dapat membeli tanah dan gubuk kecil, sampai perampasan hak miliknya oleh gubernur Amr bin Ash dan dibangunnya masjid megah diatas tanah miliknya. 

Umar bin Khattab mendadak merah padam mukanya. Dengan murka ia berkata, “Perbuatan Amr bin Ash sudah keterlaluan.” Sesudah agak reda emosinya, Umar lantas menyuruh Yahudi tersebut mengambil sebatang tulang dari tempat sampah yang treronggok di dekatnya. 

Yahudi itu ragu melakukan perintah tersebut. Apakah ia salah dengar? Oleh sang Khalifah, tulang itu digoreti huruf alif lurus dari atas ke bawah, lalu dipalang di tengah-tengahnya menggunakan ujung pedang. Kemudian tulang itu diserahkan kepada si kakek seraya berpesan, “Tuan. Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir, dan berikanlah pada gubernurku Amr bin Ash.” Yahudi itu semakin bertanya-tanya. Ia datang jauh-jauh dari Mesir dengan tujuan memohonkan keadilan kepada kepala negara, namun apa yang ia peroleh? Sebuah tulang berbau busuk yang cuma digoret-goret dengan ujung pedang. Apakah Khalifah Umar tidak waras? 

“Maaf, Tuan Khalifah.” ucapnya tidak puas, “Saya datang kemari menuntut keadilan, namun bukan keadilan yang Tuan berikan. Melainkan sepotong tulang yang tak berharga. Bukankah ini penghinaan atas diri saya?” 

Umar tidak marah. Ia meyakinkan dengan penegasannya, “Hai, kakek Yahudi. Pada tulang busuk itulah terletak keadilan yang Tuan inginkan.” 

Maka, walaupun sambil mendongkol dan mengomel sepanjang jalan, kakek Yahudi itu lantas berangkat menuju tempat asalnya dengan berbekal sepotong tulang belikat unta berbau busuk. Anehnya, begitu tulang yang tak bernilai tersebut diterima oleh gubernur Amr bin Ash, tak disangka mendadak tubuh Amr bin Ash menggigil dan wajahnya menyiratkan ketakutan yang amat sangat. Seketika itupula ia memerintahkan segenap anak buahnya untuk merobohkan masjid yang baru siap, dan supaya dibangun kembali gubuk milik kakek Yahudi serta menyerahkan kembali hak atas tanah tersebut. 

 Anak buah Amr bin Ash sudah berkumpul seluruhnya. Masjid yang telah memakan dana besar itu hendak dihancurkan. Tiba-tiba kakek Yahudi mendatangi gubernur Amr bin Ash dengan buru-buru. 

“Ada perlu apalagi, Tuan?” tanya Amr bin Ash yang berubah sikap menjadi lembut dan penuh hormat. Dengan masih terengah-engah, Yahudi itu berkata, “Maaf, Tuan. Jangan dibongkar dulu masjid itu. Izinkanlah saya menanyakan perkara pelik yang mengusik rasa penasaran saya.” 

“Perkara yang mana?” tanya gubernur tidak mengerti. 

“Apa sebabnya Tuan begitu ketakutan dan menyuruh untuk merobohkan masjid yang dibangun dengan biaya raksasa, hanya lantaran menerima sepotong tulang dari Khalifah Umar?” 

Gubernur Amr bin Ash berkata pelan,”Wahai Kakek Yahudi. ketahuilah, tulang itu adalah tulang biasa, malah baunya busuk. Tetapi karena dikirimkan Khalifah, tulang itu menjadi peringatan yang amat tajam dan tegas dengan dituliskannya huruf alif yang dipalang di tengah-tengahnya.”

“Maksudnya?” tanya si kakek makin keheranan. 

“Tulang itu berisi ancaman Khalifah: Amr bin Ash, ingatlah kamu. Siapapun engkau sekarang, betapapun tingginya pangkat dan kekuasaanmu, suatu saat nanti kamu pasti akan berubah menjadi tulang yang busuk. Karena itu, bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus, adil di atas dan di bawah, Sebab, jika engkau tidak bertindak lurus, kupalang di tengah-tengahmu, kutebas batang lehermu.” 

Yahudi itu menunduk terharu. Ia kagum atas sikap khalifah yang tegas dan sikap gubernur yang patuh dengan atasannya hanya dengan menerima sepotong tulang. Benda yang rendah itu berubah menjadi putusan hukum yang keramat dan ditaati di tangan para penguasa yang beriman. Maka yahudi itu kemudian menyerahkan tanah dan gubuknya sebagai wakaf. Setelah kejadian itu, ia langsung menyatakan masuk Islam.

Rabu, 01 Mei 2013

Pertanyaan Atheis Yang Membingungkan

Atheis, segolongan manusia yang mengaku bahwa tuhan itu tidak ada. Suatu hari di daerah timur tengah ada seorang Atheis yang ingin membuktikan bahwa dirinya benar, di perjalan menuju sebuah kota yang berpenduduk Muslim Atheis itu bertemu dengan seseorang yang menurut dia orang itu adalah salah satu penduduk kota.
Atheis              : "Selamat siang, saya sudah berjalan jauh sampai ke kota ini, apa anda salah satu penduduk kota ?"

Penduduk kota : "Betul, ada apa gerangan ?"

Atheis              : "Bolehkah saya ikut menetap di rumah anda sekedar untuk beristirahat ?"
Penduduk kota : "Tentu saja, kebetulan saya menuju rumah."
Atheis              : "Terima kasih"
Kedua orang tersebut berjalan menuju rumah si penduduk kota tersebut sambil mengobrol munculah niatan si Atheis untuk membuktikan bahwa dirinya benar.
Atheis              : "Jika saya boleh tau, apakah kepercayaan yang anda peluk ?"
Penduduk kota : "Islam, karena saya yakin ini adalah agama yang benar dari Tuhan saya"

Atheis              : "Kenapa anda bisa yakin bahwa Tuhan itu ada ?"

Penduduk kota : "Saya yakin Tuhan ada karena ada bukti hasil ciptaan-Nya"

Atheis              : "Menurut anda Tuhan itu seperti apa ?"

Penduduk kota : "Tuhan saya maha segalanya"

Atheis              : "Kalau begitu, mungkinkah Tuhan anda memasukan Bumi yang besar ini kedalam sebuah telur yang kecil, tanpa merubah ukuran keduanya ?"

Penduduk kota : (sambil tersenyum) "Coba kamu lihat didepan ada apa ?"

Atheis              : "Masjid"

Penduduk kota : "Coba kamu melihat keatas ada apa ?"

Atheis              : "Langit"

Penduduk kota : "Allah telah memasukan benda-benda Besar itu kedalam Retina matamu yang kecil"
Si Atheis terdiam, kemudian dia meneteskan air mata, kemudian dia berkata.

Atheis              : "Saya yakin ini Agama yang benar, tolong ajarkan saya tentang Agama ini"

Selasa, 30 April 2013

Kisah Lucu para Wanita terpesona oleh Nabi Yusuf as

Masalah mengenai isteri menteri yang menggoda Yusuf  ternyata tidak bisa ditutup. Meskipun terjadi di kalangan masyarakat yang terpandang tidak dapat begitu saja ditutup. Sehingga masalah yang niatnya tidak untuk diketahui orang banyak itu tersebar ke mana-mana. Peristiwa itu tersebar dari satu istana ke istana istana penguasa lain saat itu. Kemudian wanita-wanita yang tinggal di istana itu mulai ram-ramai menjadikan bahan pembicaraan. Beberapa saat kemudian kejadian itupun tersebar ke penjuru kota. 

 Sehingga pada akhirnya sampailah berita yang memalukan itu di terlinga isteri Al Azis atau menteri. Ia pun ingin membuat pembelaan diri dengan mengundang para isteri-isteri pembesar lainnya untuk datang ke rumahnya, untuk dijamu dengan makanan dan minuman.

 Isteri Al Aziz yang sebelumnya pernah menggoda Nabi Yusuf ini terdiam sebentar, seperti sedang berfikir. Kemudian ia menetapkan sesuatu dan memerintahkan untuk mendatagkan para juru masak. Para juru masak pun datang ke istana. Ia membertahu kepada mereka bahwa ia akan menyiapakan suatu jamian besar di istana. Ia telah menentukan berbagai macam hidangan dan minumannya. Kemudian ia memerintahkan agar meletakkan pisau pisau yang tajam di sebelah buah apel yang dihidangkan, dan juga diletakkan kain putih di sebelah wadah atau piring-piring yang ada ada apelnya, juga diletakkan batal-bantal yang memang ketika itu menjadi tradisi di masyarakat timur. Selanjutnya ia membuat undangan untuk para kaum hawa yang membicarakan petualangan cintanya dengan Nabi Yusuf as.

Ketika para tamu undangan telah hadir, isteri menteri itu memanfaatkan acara itu untuk menunjukkan seorang pemuda yang paling tampan dan mengagumkan. Perlu diketahui, bahwa undangan tersebut hanya untuk wanita saja, sehingga para wanita lebih leluasa dan lebih bebas dalam bercerita dan mengobrol. Para undangan itu duduk dan bersandar di batanal-bantal sambil menikmati makanan dan minuuman. Pesta jamuan terus berlangsung dengan hidangan yang istimewa dan minuman yang dingin sangat yang menyenangkan .

 Selain menikmati makanan, mereka juga penuh dengan obrolan dan canda tawa. Namun setiap wanita itu sengaja menahan agar tidak sampau membicarakan tentang Nabi Yusuf as. Mereka sebenarnya mengetahui semua kejadian antar Isteri menteri dan Nabi Yusuf as. Namun mereka tidak ingin membicarakan untuk memberikan sikap sopan kepada tuan rumah, dan bersikap seolah olah tidak tahu menahu soal itu. Itulah aturan yang biasa dipegang oleh masyarakat elit ketika itu.

 Namun zulaikha justru membuka persoalan  itu ke pada para tamu undangan, ia mengtaakan : Aku mendengar ada wanita wanita yang mengatakan bahwa aku jatuh cinta pada pemuda yang bernama Yusuf” Setelah mengatakan itu, tiba tiba muncul keheningan yang menyelimuti meja makan itu, tangan tangan para undangan pun tiba tiba berhenti bergerak. Isteri menteri itu benar benar nggunakan kesmepatan itu. Ia bercerita sambil memerintahkan para pembantunya untuk menghadirkan apel. Lalu dengan nada serius  mengatakan “Aku mengakui bahwa memang Yusuf pemuda yang mengagumkan. Aku tidak mengingkari bahwa aku benar-benar mencintainya, dan aku telah mencintainya sejak dulu.”  Kemudian wanita-wanita itu mulai mengupas apel. Ketika itu perbada di Mesir telah mencapai puncak, dimana gaya hidup mewah menghiasai istiana-istana.

 Pengakuan dari iseri Menteri itu menimbulkan suatu kedamaian umum di ruanga itu. Jika isteri menteri saja mengakui bahwa ia memang jatuh cinta pada Nabi Yusuf asm maka pada gilirannya mereka pun berhak untuk mencintainya. Meskipun demikian, mereka mengisyaratkan bahwa seharusnya isteri menfteri tidak cenderung pada Nabi Yusuf as justrua ia harus menjadi tempat cinta. Seharusnya ia yang dikejar lelaki, bukan sebaliknya. Isteri menteri itu mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Nabi Yusuf as masuk ke dalam ruangan itu.

 Nabi Yusuf yang dipanggil oleh majikannya pun datang masuk.  Para tamu atau kaum wanita saat itu masih mengupas buah, dan belum lama Nabi Yusuf as memasuki ruangan itu sehingga terjadilah apa yang dibayangkan oleh isteri menteri. Tamu-tamu wanita itu tiba tiba membisa. Sungguh mereka tercengang ketika menyaksikan wajah yang bercahaya yang menampilkan ketampanan yang luar biasa, ketampanan malaikat. Para tamu wanita itu terdiam dan mereka bertakbir, dan pada saat yang sama mereka terus memotong buah yang mereka pegang. Di saat yang sama mata terus tertuju hanya pada Nabi Yusuf as, mereka pun tidak ada yang melihat buah yang sedang mereka potong, sehingga wanita wanita itu justru memotong tangannya sendiri namun mereka tidak merasakan bahwa tangan mereka terpotong. Kehadiran Nabi Yusuf as sungguh sangat mengagumkan, sampai sampai tidak merasakan sakit dan keluar darah ketika tangan mereka terpotong.

 Kemudian tiba tiba isteri menteri itu berdiri dan berkata : “Inilah dia orang yang menaklukkan aku karena daya tariknya. Memang tidak aku pungkiri bahwa aku pernah merayunya dan menggodanya untuk diirku. Di hadapan kalian ada handuk putih untuk membalut luka. Sungguh kalian telah dikuasai oleh Yusuf, maka lihatlah apa yang terjadinya pada tangan-tangan kalian” Kemudian pandangan para wanita itu tertuju ke arah jari jari mereka yang terpotong oleh pisau yang tajam namun tidak merasakan.

 Nabi Yusuf melihat ke arah bawah (tanah) atau mengarahkan pandangannya ke depan tanpa ada maksud tertentu, tetapi ketika disebut ada darah yang keluar dari sekitar tempat jamuan itu, maka ia pun melihat ke arah tempat jamuan itu. Nabi Yusuf as dikejutkan dengan adanya darah yang mengalir di sekitar buah apel yang keluar dari jari-jari wanita itu. Nabi Yusuf as pun segera mendatangkan perban dan air seperti biasa yang dilakukan pemuda yang bekerja di sitana. Isteri menteri berkata saat Nabi Yusuf as membalut luka yang diderita oleh para wanita : “Sungguh aku telah menggodanya namun ia mampu menahan dirinya. Jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina”

 Yusuf berdiri di tengah-tengah ujian yang berat ini dengan penuh keheranan :  “Yusuf berkata : “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (emenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh” (Qs : 12 : 33)

 Semua wanita yang ikut serta dalam undangan itu mencoba merayu Nabi Yusuf as dengan menggunakan lirikan, gerakan gerakan tertentu, atau syarat, atau dengan bahasa yang jelas. Yusuf memohon pertolongan kepada Allah yang maha bijaksana agar ia diselamatkan dari pitu daya mereka. Ia berdoa kepada Allah sebagai seorang manusia yang memiliki nafsu dan tidak terpedaya dengan kemaksumannya dan keNabiannya. Ia berdoa kepada Allah agar memalingkan tipu daya mereka darinya sehingga ia tidak cenderung kpada mereka dan kemudian orang orang yang bodoh. Allah mengambulkan doanya. Kemudian jari-jari wanita yang terputus mulai merasakan kesakitan, dan Nabi Yusuf meninggalkan ruang makanan itu. Setiap wanita sibuk membalut lukanya dan mereka berfikir tentang alasan apa yang akan mereka sampaikan ketika ditanya oleh suami mereka mengenai luka pada tangan mereka?

Selanjutnya para wanita mulai membicarakan Nabi Yusuf as, tentang pengaruhnya, kewibawaannya dan kemuliannya. Mereka mulai bercerita bagaimana mereka dengan tanpa sengaja memotong tangan mereka sendiri ketika melihat Nabi Yusuf. Selanjutnya berita heboh itupun mulai tersebar dari kalangan atas ke kalangan bahwa. Semakin banyak manusia yang mulai membicarakan sosok pemuda yang menolak keinginan isteri seorang ketua menteri dan isteri-isteri dari para menteri memotong tangan mereka karena terlalu terpesona oleh ketampanan Yusuf. Andai saja berita itu hanya diketahui oleh kalangan terbatas tentuya tidak banyak orang memperhatikan berita itu. Namun berita itu talah menyebar dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Sehingga membuat penguasa merasa gusar. yang pada akhirnya menyebabkan nabi yusuf dimasukkan penjara.

Itulah Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha masih ada lanjutan cerita nabi yusuf yaitu kisah yang menceritakan nabi yusuf masuk penjara.  dengan tabah menjalani segala cobaan, selah beberapa tahun di penjara, oleh Allah derajatnya diangkat ia dijadikan menteri.

Sabtu, 27 April 2013

Ketika Manusia Tidak Punya Argumen (Pembelaan)

Di hari akhir ketika Allah mengumpulkan seluruh makhluknya dalam satu waktu yang sama, maka ditanyalah setiap diri atas apa yang diperbuatnya..



Allah     : Kenapa kalian tidak beribadah kepadaKu ? padahal Aku tidak memerintahkan apapun dalam hidupmu kecuali hanya beribadah

kemudian ada manusia yang ingin menyampaikan pembelaan atas dirinya :

Manusia yang Kaya : Maafkan kami ya Allah, kami terlalu kaya sehingga kami sibuk mengurusi kekayaan kami dan tidak ada waktu yang bisa kami sisakan untuk beribadah kepadaMu..

Allah     : Panggilkan Nabi Sulaiman kepadaKu,.. ini adalah hambaKu yang paling kaya dari seluruh umat manusia, tapi dia tetap beribadah kepadaKu.

akhirnya orang kaya tersebut tunduk dan pasrah menerima balasan Allah, kemudian manusia lain yang berargumen..

Manusia yang Tampan : Maafkan kami ya Allah, kami terlalu Tampan sehingga kami takut jika kami wudhu akan melunturkan ketampanan kami...

Allah : Panggilkan Nabi Yusuf kepadaKu,... ini adalah hambaKu yang paling Tampan dari seluruh umat manusia, tapi dia tetap beribadah kepadaKu.

akhirnya orang yang tampan tersebut tunduk dan pasrah menerima balasan Allah, kemudian ada lagi manusia lain yang berargumen..

Manusia yang Selalu sakit dalam hidupnya : Maafkan kami ya Allah, jangankan untuk beribadah, untuk berdiri saja kami kesulitan karena kami sangat sering mendapat penyakit dan mengalami tubuh yang lemah.

Allah : Panggilkan Nabi Ayub kepadaKu,... ini adalah hambaKu yang aku uji dengan Penyakit paling banyak, tapi dia tetap beribadah kepadaKu.

akhirnya orang yang selalu sakit itu pun tunduk dan pasrah pada Allah, kemudian ada manusia lagi yang berargumen..

Manusia yang miskin : Wahai Allah, jangankan untuk beribadah kepadaMu, untuk makan saja kami kesulitan sehingga kami menghabiskan waktu untuk mencari sesuap nasi agar tetap bisa hidup.

Allah : Panggilkan Nabi Isa KepadaKu,... ini adalah hambaKu yang aku uji dengan kekurangan harta, tapi dia tetap taat beribadah kepadaKu.

akhirnya manusia tidak lagi mempunyai pembelaan atas apa yang dilakukannya di dunia, di hari segala penyesalan tidak akan berguna dan hanya menjadi debu yang terbang tersapu angin.

"Tidak semata-mata Aku ciptakan Jin dan Manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu" (Q.S. Adz-Dzariyat : 56)

By : Bayu NSP